Tuesday, February 3, 2009

Penyimpan Aib terbaik…

Alhamdulillah ALLAH masih memberi kehidupan hingga saat ini. Subhanallah dengan lengkap segala nikmat yang bertebaran pula. Entah harus apa lagi yang saya katakan.
Setiap manusia pasti memiliki salah dan masa lalu. Bahkan manusia yang baik bukan manusia yang benar sempurna tetapi justru manusia yang salah namun menyadari kesalahan dan memperbaikinya. Lalu apa saya harus terkurung dari anggapan orang-orang yang saya sayangi bahwa saya sudah dewasa, saya sudah bukan anak-anak yang masih berpemikiran kekanak-kanakan. Saya sadar masa jahiliyah saya memang benar-benar nakal, namun apa saya tidak berhak memperbaikinya? Satu hikmah yang saya dapatkan, ilmu saya belum cukup untuk menghadapi masalah ini. Perlu transfer ilmu yang lebih untuk menghadapi ranah dakwah ini…
Posted by renyLyn in 15:03:28 | Permalink | No Comments »

Sunday, February 1, 2009

Sungguh….. Hanya Engkau yang berkuasa…

Memori SMA, ketika seluruh keluarga besar dari ayah di kejutkan oleh berpulangnya salah satu saudara ke Rahmatullah. Masalahnya sepele demam berdarah. Disusul kemudian kedua adik perempuanku juga terserang Demam Berdarah. Saat itu langsung di opname di Rumah Sakit. Dan harus mengantri tempat tidur serta tidak mendapat kamar karena jumlah penderita Demam Berdarah melonjak naik terutama pada anak-anak

Alahamdulillah adik bisa mendapat perawatan pada saat itu, walaupun dengan fasilitas seadanya. Tempat tidur digunakan berdua. tapi itu jauh lebih bak daripada mereka di tolak masuk Ruang perawatan karena tidak ada tempat seperti pasien-pasien setelahnya (saya tidak tahu kemana mereka setelah itu semoga ALLAH mempermudah ujian mereka). Alhamdulillah juga satu minggu mereka dirawat, langsung bisa pulang. Suatu kebahagiaan besar di rumah ini karena keluarga berkumpul lagi tanpa berkurang suatu apapun.

Wallahualam bishawab, adik bungsu yang biasa kita panggil Yayang menderita demam. Dokter menyarankan untuk melakukan tes darah dan…. Positif Demam berdarah (lagi…!) serta gejala typus. Entah apa yang harus saya katakan. Mama pulang dengan keadaan menangis. Sungguh berapapun saya melihat beliau menangis tetap rasanya saya tidak tega. Saya mempunyai tanggungan pekerjaan hari minggu dan senin padahal prediksi penurunan trombosit pada hari minggu-seninan. Sudahlah… mungkin ALLAH belum memberikan rejeki itu untuk saya.

Hampir tiap malam, Yayang mengeluarkan makan yang dimakan. itu benar-benar membuat Mama sedih. Dan saya sedih melihat Mama sedih.
 Ya RABB, sungguh hanya Engkau yang memiliki jiwa dan raga ini. Hanya Engkau yang memberikan dan mencabut kehidupan ini. Saya ingin melihat orang-orang yang hamba sayangi bahagia. Hamba mohon berilah kesembuhan Yayang. Biarkan senyum itu mengembang, membuat jiwa-jiwa hamba yang usil ingin selalu bercanda dengannya. Sungguh hanya Engkau yang berkuasa atas hal ini…

Posted by renyLyn in 14:03:48 | Permalink | No Comments »

Saturday, January 31, 2009

ISLAM RADIKAL (bagian 2)

“Asal kamu tahu itu, negara kita aja amburadul kok ngurusi negoro lain, mbok berjuang di gawe negoro dewe, ngorbanno rakyat dewe digawe negoro lain, wis aku males sms mane, wegah bahas maneh. sakdurunge sepurane yo aku tak ngelokno sing mbok lakoni iku jenenge GENDENG. maaf ya klo menghina gendeng”

Seketika saya teringat semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang meniup. Di satu sisi saya bertanya setinggi apa saya sekarang? Subhanallah ketika di halaqoh kita membahas tentang permasalahan dakwah pasti beberapa waktu kemuadian saya mengalaminya sendiri. Dalam sebuah Haroky`s College kita belajar tentang dakwah Rasulullah. Dan kita sadar dakwah itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Rasul harus emnerima cacian dianggap gila dsb bahkan lemparan batu ketika berdakwah di Tha`if. Tidak pernah membayangkan saya akan di bilang gila seperti itu.

Jujur, saya belum lama berada di ranah tarbiyah. Tapi saya sudah merasa nyaman di sini. Di sini kita saling bergandengan tangan menunaikan panggilan Illahi. Ketika amalan-amalan mulai menurun ada saudara-saudara yang mengingatkan. Ketika malas mulai menyertai ada orang-orang yang menghalau malas untuk melekat dan mendekat.

Banyak hal yang saya pelajari dari tarbiyah, karena pada dasarnya tarbiyah adalah sebuah pembelajaran. belajar untuk saling menolong dalam sebuah kesatuan tubuh jama`ah, Belajar untuk saling perduli satu sama lain. Dan yang paling penting belajar untuk mengenal ALLAH dan mengenalkan ALLAH. Dakwah kita berpedoman pada dakwah Rasulullah (semoga ALLAH tetap menjaga dan memperbaiki niat kita) yaitu hanya karena ALLAH.

Beberapa teman telah merasakan apa itu hotel prodeo, beberapa telah merasakan di caci maki, beberapa bahkan hampir dipukuli. Tidak pernah membayangkan bahwa kini sayalah yang dicaci maki, di katakan gila oleh teman dekat saya sendiri. Subhanallah mungkin itu adalah sebuah peringatan dari ALLAH untuk bersabar. Bukankah Rasulullah memerintahkan kita untuk bersabar….

“…Tarbiyah ini dari ALLAH juga…”

Subhanallah, ketika saya merasa sendiri, merasa tidak seorangpun mau tahu tentang saya, ada yang menyemangati saya. Allah, Rabb kita… Ketika hati sudah tak kuat untuk tetap tersenyum, rasanya hanya Allah yang membela. Ketika cacian dan makian begitu menusuk hati hanya ALLAH yang bersedia meluangkan waktu untuk mendengarkan curhat-curhat tidak jelas yang keluar dari hati saya. Sungguh walaupun terlambat saya ingin mengatakan bahwa saya sedang jatuh cinta. Yups jatuh cinta pada-Nya pada Rabb tempat saya mencurahkan isi hati saya.

Kadang kala penuh kejutan Allah membuat saya tersenyum. Misalnya

“Yang merasa laki-laki sejati, besok futsal jam 1 di centro… Sebarkan ke yang lain… FUTSAL ATAW MATI”

Awalnya saya sedang bad mood, namun setelah dibaca yang kedua kali jadi mikir ni orang sedang iseng atau emang lagi error…. (afwan mas) memangnya saya laki-laki? Dan banyak yang lainnya. Ketika sedang sedih ada saja yang akhirnya membuat saya tersenyum. Akankah itu hanya sebuah kebetulan? Tentu tidak. Ada yang mengatur semuanya ALLAH lah pelakunya. The Most Wanted adalah surga Allah… Tak perlu munafik itu yang kita harapkan. Setelah saya membaiat diri saya untuk menjadi jundi ALLAH maka masihkah saya menolak amanah-amanah ALLAH?

Dakwah adalah amanah. Dan ini bukan hal yang mudah… Sungguh Allah tidak pernah mersa rugi ketika kita tidak berdakwah di jalan-Nya . Karena Allah bisa melakukan apapun. Tapi kitalah yang membutuhkan dakwah itu. Amanah lainnya begitu banyak, namun salah satunya adalah membela saudara kita, Saudara seiman… Apakah Palestina bukan saudara seiman kita? Salahkah jika kita membela mereka. Apakah dengan sedikit memberi uang kita, kita akan jatuh miskin? Bukankah Allah tidak pernah berjual beli 1-1=0? Apapun yang kita lakukan bukannya pasti ada balasannya? Apakah dengan kita kehilangan uang Rp 10.000,00 kita akan kehilangan rejeki kita.

Entahlah, tapi pengalaman yang saya rasakan selama ini. Selalu ada jalan untuk jika kita mau memberikan sedikit rejeki kita. Lalu apa hati nurani kita tidak bergerak ketika anak-anak dan WANITA dibunuh secara membabi buta dengan senjata yang menyiksa dan tidak langsung mematikan?

Sungguh biarkan saya di sini. Menikmati cacian-cacian dan “Romantisme dakwah” kata ust Harun ar-Rasyid. Menikmati kebersamaan dengan Kekasih tercinta ALLAH SWT.

Untuk teman-teman di tarbiyah, sungguh hanya Allah yang tahu betapa saya berterima kasih telah mengingatkan saya untuk terus bersama-Nya. Untuk mas`ul mungkin saya memang masih terlalu muda. Banyak yang perlu saya pelajari. jazakumullah

Posted by renyLyn in 14:38:56 | Permalink | No Comments »

Thursday, January 29, 2009

Islam Radikal? (Bagian Pertama)

” …Kalo kamu memang sayang ma aq, aku harap kamu keluar dari situ dan jadi islam yang seadanya, jangan kamu ikut-ikut, aku ga tahu apa yang namanya NU atau Muhammadiah, yang aku tahu kita sebagai muslim itu melaksanakan kewajiban dan menjalankan sunah-sunah Rasulullah dan hadist. itu saja jangan ditambah- tambah”

Subhanallah, masih ada orang-orang yang mempertanyakan keislamanku… aku hanya merasa nyaman mencintai-Nya seutuhnya, berusaha sekuat tenaga menjali perintah dan menjauhi larangannya. hanya itu… bahkan ketika pertama memasuki kampus UNY tercinta, tutorial PAI sudah memberikan slogan “Berislam kaffah, beriman istiqomah”. kita adalah bangsa Indonesia yang oleh Hasan Al-Banna dikatan bangsa hebat kedua setelah palestina.

‘Janganlah kamu menjadi orang yang tidak punyai sikap. Bila orang melakukan kebaikan maka aku pun melakukannya. Namun bila orang melakukan keburukan maka aku pun ikut melakukannya juga. Akan tetapi jadilah orang yang punya sikap dan keberanian. Jika orang melakukan kebaikan maka aku melakukannya. Namun jika orang melakukan keburukan maka aku tinggalkan sikap buruk mereka’. (HR. Tirmidzi)

“… Yang tinggal disana itu adalah islam radikal, yang tak mau bertoleransi dengan agama lain, yang ingin berkuasa sendiri, merasa benar sendiri, merasa paling kuat, kamu bukan di dukung tapi dijerumuskan kedalam neraka….”

astagfirullah, rasanya ingin menangis mendengarnya. mengapa orang selau menilai secara sepihak tanpa mau melihat realita. jika kita mengaku orang islam ayolah kita mulai pelajari islam, mulailah menjadikan pancasila sebagai ideologi yang sebenarnya. bukankah dalam pancasila terdapat sila “Ketuhanan Yang Maha Esa”? bagaimana kamu ingin Tuhan mendekatimu jika kamu tidak mendekati Tuhanmu? mulailah belajar untuk bertanya mengapa? apa acuan kita bekerja demikian?apa pegangan dan pendoman kita melakukan hal tersebut? ayolah…!

jika kita berjilbab dengan menutupi dada seperti yang disyariatkan merupakan sebuah bentuk keradikalan? (bukankah syariatnya demikian?) lalu kita harus bagaimana untuk menjadi orang ‘biasa-biasa saja’? telanjang? bahkan orang yang mengatakan telanjang itu seni saja keluar rumah masih berpakaian kok… subhanallah ketika kita mengatakan “Sholatlah, puasalah” jika kita mengatakan demikian kita dituduh menjerumuskan kedalam api neraka? subhanallah… begitu besar cobaan dalam dakwah ini.

“Berimanlah kepada Allah dan kemudian beristiqamahlah (terhadap yang kau imani tersebut)”. (HR. Bukhari)

Keberanian untuk tetap istiqamah walau nyawa taruhannya nampak pada diri orang-orang beriman di dalam surat Al-Buruuj: 4 – 8 yang dimasukkan ke dalam parit dan dibakar oleh as-habul ukhdud hanya karena mereka menyatakan keimanannya kepada Allah SWT. Begitu pula Asiah, istri Firaun dan Masyitah, pelayan Firaun, kedua-duanya harus menebus keimanan mereka kepada Allah dengan nyawa mereka. Asiah di tiang penyiksaannya dan Masyitah di kuali panas mendidih beserta seluruh keluarganya karena mereka berdua tak sudi mentuhankan Firaun. Demikian sulitnya untuk mempertahankan keistiqamahan di jalan Allah, dan demikian sulit pula untuk mewujudkan asy syaja’ah sebagai salah satu aspeknya.

“…kalo demo banyak yang terganggu, mereka telat kerja, terganggu aktivitasnya, dll. sedikit dong mengerti orang dan toleransi”
“ketika kalian demo, apa tidak merasakan waktu jalan-jalan kalian blokir, berjalan disepanjang jalan berteriak, berorasi, apa yang kalian dapatkan? kalian malah merugikan orang, jalan. kalian blokir, mereka memutar arah menghindari demo, apa kalian sadar waktu bertambah, biaya bertambah tenaga yang meraka keluarkan. apa kalian mau ganti semua itu? apa kalian mau membantu mereka? demo boleh saja tapi di lapangan sepak bola, berteriak sesuka kalian, lari-lari, loncat-loncat sesuka kalian toh ga ada yang ngurus”

subhanallah, entah saya tidak tahu siapa yang menjadi koordlap (koordinator lapangan) dan koordum (koordinataor umum) juga pihak-pihak kepolisian yang terlibat, bahwa setiap kita turun ke jalan selalu pada saat rami kendaraan namun penuh dengan perhitungan (dan juga konsolidasi dengan pihak kepolisian) sehingga walaupun terjadi kemacetan arus tetap terkendali. apa itu bukan bentuk toleransi?

‘Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya

Posted by renyLyn in 03:46:08 | Permalink | No Comments »

Wednesday, January 28, 2009

The Nice Virus…. Virus Merah Jambu….

Subhanallah ALLAH masih memberi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman seperjuangan dalam Departemen TPA dalam kepengurusan Ta`mir Munawwar. Setelah melewati MuBes(Musyawarah Bersama), diputuskanlah Kepala Depertemen (Kadep) Akh Anis Gunawan serta koordinator Akhwat (KoAkh) Ukh Aisyiah Rahmah Ferani. Syuro`(Rapat) pertama departemen sungguh…imagine!!!!!!!!! Tahu kenapa? ternyata hijab tak menghalangi semangat ukhuwah kita. Penuh canda dan gelak tawa dalam syuro` ta`aruf (perkenalan) tadi malam. Hingga membuat saya terhempas dari konsentrasi belajar untuk ujian akhir semester yang sedianya hari ini akan dilaksanakan.
Subhanallah, ketika orang menilai kekakuan teman-teman dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Sebenarnya bukan kaku, hanya sedikit menjaga batasan bahwa memang tidak semestinya laki-laki dan perempuan bergaul terlalu bebas dengan lawan jenisnya. Banyak hal akibat yang akan ditimbulkan antara lain terjangkitnya Virus Merah Jambu(VMJ). Lha wong ada hijab saja masih sering terkena VMJ apalagi yang tidak memakai hijab?
VMJ. Jenis virus kecil yang menular lewat pandangan berjalan merembet menjangkiti hati dan membuatnya berwarna merah jambu(kata orang umumnya bilang sih jatuh cinta….). jika penanganannya baik maka virus ini akan menjadi sebuah bingkai kehidupan yang indah melalui cara yang halal dan di ridhoi Rabb-nya. Namun ternyata tidak semua VMJ dapat dikondisikan dengan baik. Membuat penderitanya sakit hati, marah, bahkan membuat sejumlah aktivis dakwah futur dari jalannya. Lalu bagaimana penanganannya? Nyaji dunk…. Dengan ngaji kita sadar dan menyadari bahwa kita memiliki Kekasih yang tidak mau ditinggalkan dan Maha Pencemburu. Dialah ALLAH yang selalu dekat dengan kita. Jika kita sadar bahwa ada ALLAH yang selalu bersama dan setia mendampingi kita, walaupun kadang dengan seenaknya kita melupakannya, maka insyaallah VMJ itu sedikit banyak akan terkondisikan.
Bersabarlah, jika kita mampu hendaknya segera menikah. Namun jika belum berpuasalah. Cinta itu indah jadi tolong jangan merusak esensi dari cinta itu sendiri. Teman-teman yang pacaran hingga berzina, tidakkah itu merusak esensi dari sebuah cinta? Pacaran, berdua menyepi, berkhalwat, bukankah akan membuat sebuah luka yang mendalam ketika ALLAH cemburu dan memutus hubungan itu di tengah jalan. Cinta itu asalnya dari ALLAH jadi cinta itu pasti indah tapi ibarat sebuah buah yang begitu indah dan menggiurkan tetap terasa masam bahkan pahit jika kita petik sebelum waktunya dan subhanallah akan terasa begitu manis jika kita memetiknya ketika waktu itu telah tiba. Hati itu telah berwarna Tidak lagi putih dan jernih Kini sedikit demi sedikit telah berwarna Merah jambu, pertanda virus itu telah merembet ke hatinya Saya pribadi sadar, untuk menjaga hati agar tidak terinfeksi VMJ begitu penuh rintangan. Namun satu hal yang pasti. Biarlah ALLAH yang menentukan kemana arah cinta itu berjalan. Karena sungguh saya ingin mencintaimu karena ALLAH. Dan jangan membuat-Nya cemburu bahkan Murka karena telah menduakan-Nya
Posted by renyLyn in 06:54:06 | Permalink | No Comments »